Kamis, 27 Februari 2020

UJI COBA KISI-KISI INSTRUMEN PENILAIAN KREATIFITAS

PERCOBAAN REAKSI REDOKS SEDERHANA




Video percobaan : https://www.youtube.com/watch?v=tK1s6aZ5fT0

Reagensia
Problem Sensitivity

Fluency

Flexibility

Originality

Elaborasi

Kemampuan mendeteksi, mengenali, dan memahami serta menanggapi suatu pernyataan, situasi, atau masalah
Kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan
Kemampuan untuk mengemuka-kan bermacam-macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah
Kemampuan untuk mencetuskan gagsan dengan cara-cara yang asli, tidak klise, dan jarang diberikan kebanyakan orang
Kemampuan menambah suatu situasi atau masalah sehingga menjadi lengkap, dan merincinya secara detail, yang didalamnya terdapat berupa tabel, grafik, gambar, model dan kata-kata.



Pelarutan
Mengenali sifat dan sensitivitas zat yang digunakan
Cekatan dalam   melarutkan zat ke wadah yang sudah ditetapkan
Menggunakan pengaduk yang tepat untuk melarutkan zat 
Menghaluskan zat yang akan dilarutkan terlebih dahulu sebelum proses pelarutan
Menuliskan etiket label (rumus kimia, dan nama senyawa)


Soal : Pelarutan adalah proses mencampurkan atau melarutkan 2 zat atau lebih untuk menghasilkan campuran yang homogen. Berdasarkan percobaan video diatas, terjadi proses pelarutan dimana betadine dilarutkan ke dalam air pada menit ke 00.34 dan melarutkan Vitamin C ke dalam larutan betadine pada menit ke 01.21. Larutan betadine yang awalnya berwarna merah kecoklatan ketika dimasukkan viatmin C terjadi perubahan warna pada larutan (larutan menjadi bening). 

a.      Apa yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi jika ditinjau dari sifat kedua zat tersebut! (Problem sensitivity)
b.      Bagaimana cara Anda melarutkan betadine ke dalam air? (Fluency)
c.      Alat apa yang dapat kita gunakan untuk mempercepat proses pelarutan Betadine dalam  air? (Flexibility)
d.    Apa yang dapat kita lakukan untuk mempercepat proses pelarutan Vitamin C dalam larutan Betadine? (Originality)
e.     Ide kreatif apa yang dapat Anda lakukan untuk mempermudah seseorang mengenali larutan yang telah Anda buat? (Elaborasi)
Indikator kreatifitas
(Pelarutan)

Soal

Jawaban

Skor
Hasil uji coba berdasarkan video percobaan
0
50
100
Problem Sensitivity
(Mengenali sifat dan sensitivitas zat yang digunakan)
Berdasarkan percobaan tersebut, Larutan betadine yang awalnya berwarna merah kecoklatan ketika dimasukkan viatmin C terjadi perubahan warna pada larutan (larutan menjadi bening). 
a. Apa yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi jika ditinjau dari sifat kedua zat tersebut!
Betadine, yang digunakan untuk menutup luka pada kulit, merupakan larutan yang banyak mengandung ion iodin (dengan simbol I). Ion ini yang larut dan membuat warna betadine menjadi kecoklatan.
Asam askorbat merupakan senyawa yang bersifat asam (pH < 7), dan dapat bereaksi degan ion terlarut dalam air.
Vitamin C atau asam askorbat  (C6H8O6
mempunyai massa molekul 176 gram/mol. Asam askorbat dapat mereduksi larutan I
(yang berwarna merah kecoklatan) menjadi I yang tidak berwarna (bening). 
Tidak menjawab
Vitamin C atau asam askorbat  (C6H8O6
mempunyai massa molekul 176 gram/mol.

Vitamin C atau asam askorbat  (C6H8O6
mempunyai massa molekul 176 gram/mol.
 Asam askorbat dapat mereduksi larutan I
 (yang berwarna merah kecoklatan) menjadi I yang tidak berwarna (bening). 






Vitamin C atau asam askorbat  (
C6H8O6
mempunyai massa molekul 176 gram/mol.
 Asam askorbat dapat mereduksi larutan I
 (yang berwarna merah kecoklatan) menjadi I yang tidak berwarna (bening). 


(Menit ke 02.22)

(Skor 100)
Fluency
(Cekatan dalam   melarutkan zat ke wadah yang sudah ditetapkan)

b. Bagaimana cara Anda melarutkan betadine ke dalam air ? 
Melarutkan Betadine dengan cara meneteskan cairannya  beberapa tetes ke dalam air dan kemudian mengaduknya dengan sendok.
Tidak menjawab
Melarutkan Betadine dengan cara meneteskan cairannya  beberapa tetes ke dalam air
Melarutkan Betadine dengan cara meneteskan cairannya  beberapa tetes ke dalam air dan kemudian mengaduknya dengan sendok.
Melarutkan Betadine dengan cara meneteskan cairannya  beberapa tetes ke dalam air dan kemudian mengaduknya dengan sendok.

(Menit ke 00.34-00.52) (Skor 100)
Flexibility
(Menggunakan pengaduk yang tepat untuk melarutkan zat)
c. Alat apa yang dapat kita gunakan untuk mempercepat proses pelarutan Betadine dalam air?
Alat yang digunakan untuk mengaduk larutan dapat berupa sendok 
Tidak menjawab
Menggunakan jari
Alat yang digunakan untuk mengaduk larutan dapat berupa sendok 
Alat yang digunakan adalah (sendok)

(Menit Ke 00.47)
(Skor 100)
Originality
(Menghaluskan zat yang akan dilarutkan terlebih dahulu sebelum proses pelarutan)
d. Apa yang dapat kita lakukan untuk mempercepat proses pelarutan Vitamin C dalam larutan Betadine?
Hal yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses pelarutan yaitu  dengan menghaluskan Vitamin C terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam larutan.
Tidak menjawab
 Membagi vitamin c menjadi beberapa potong bagian
Menghaluskan Vitamin C terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam larutan.



Tidak menjawab


(Skor 0)
Elaborasi
(Menuliskan etiket label (rumus kimia, dan nama senyawa)
e. Ide kreatif apa yang dapat Anda lakukan untuk mempermudah seseorang mengenali larutan yang telah Anda buat?
Menuliskan label pada larutan berupa nama senyawa dan rumus kimianya.
Tidak menjawab
Menuliskan label pada larutan berupa nama senyawa saja
 Menuliskan label pada larutan berupa nama senyawa dan rumus kimianya.



 Tidak menjawab
(Skor 0)

Kategori kemampuan berpikir kreatif
Sangat Kreatif                 : Skor 500
Kreatif.                             : Skor 400
Cukup  Kreatif                 : Skor 300
Kurang  Kreatif                : Skor 200
Sangat Kurang Kreatif    : Skor 100

Berdasarkan video percobaan reaksi redoks sederhana dengan menggunakan larutan betadine dan vitamin c dapat kita simpulkan bahwa terdapat 3 indikator kreatifitas yaitu problem sensitivity, fluency, dan flexibility.  Sedangkan untuk 2 indikator kreatifitas lainnya seperti originality dan elaborasi tidak terdapat pada video tersebut. Sehingga, pada video percobaan ini dikategorikan Cukup Kreatif dengan skor yang diperoleh 300 yang terdiri dari 3 indikator yaitu problem sensitivity, fluency, dan flexibility. 

Rabu, 19 Februari 2020

INSTRUMEN PENILAIAN KREATIVITAS

PERCOBAAN REAKSI REDOKS SEDERHANA

LTSIN (2001) menyatakan bahwa berfikir kreatif adalah proses (bukan hasil) untuk menghasilkan ide baru dan ide itu merupakan gabungan dari ide-ide yang sebelumnya yang belum disatukan.
Lebih detail lagi LTSIN (2001) menyatakan bahwa ide seseorang berfikir kretif minimal mempunyai salah satu karakteristik dari: (a) ide itu belum ada sebelumnya; (b) sudah ada di tempat lain hanya saja ia tidak tahu; (c) ia menemukan proses baru untuk melakukan sesuatu; (d) ia menerapkan proses yang sudah ada pada area yang berbeda; (e) ia mengembangkan sebuah cara untuk melihat sesuatu pada perspektif yang berbeda. Dari lima karakteristik diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa berfikir kreatif dapat berupa ide baru yang belum ada sebelumnya dan dapat berupa ide baru sebagai penyempurnaan dari yang sudah ada sebelumnya.
Kepekaan berfikir kreatif dapat diukur dengan indikator-indikator yang telah ditentukan para ahli, salah satunya menurut Guilford. Guilford menyebutkan lima indikator berfikir kreatif, yaitu:



Aspek
Indikator
Deskripsi





Berpikir Kreatif
Kepekaan (problem sensitivity)
Kemampuan mendeteksi, mengenali, dan memahami serta menanggapi suatu pernyataan, situasi, atau masalah
Kelancaran (fluency)
Kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan
Keluwesan (flexibility)
Kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah
Keaslian (originality)
Kemampuan untuk mencetuskan gagsan dengan cara-cara yang asli, tidak klise, dan jarang diberikan kebanyakan orang
Elaborasi (elaboration)
Kemampuan menambah suatu situasi atau masalah sehingga menjadi lengkap, dan merincinya secara detail, yang didalamnya terdapat berupa tabel, grafik, gambar, model dan kata-kata.

Yuk simak video pembelajaran berikut ini ....





Sumber youtube: https://www.youtube.com/watch?v=tK1s6aZ5fT0



Reagensia
Problem Sensitivity
Fluency
Flexibility
Originality
Elaborasi
Pelarutan
Mengenali sifat dan sensitivitas zat yang digunakan
Cekatan dalam   melarutkan zat ke wadah yang sudah ditetapkan
Menggunakan pengaduk yang tepat untuk melarutkan zat 
Menghaluskan zat yang akan dilarutkan terlebih dahulu sebelum proses pelarutan
Menuliskan etiket label (molaritas,rumus kimia, dan nama senyawa)


DAFTAR PUSTAKA 
LTSIN (2004). Learning teaching. Scotland: Learning and Teaching Scotland.
Munandar, U. (2004). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Jumat, 14 Februari 2020

MACROECONOMICS


INIDKATOR MACROECONOMICS


Pada postingan kali ini, kami akan memberikan contoh instrument penilaian disrupsi inovasi pada pembelajaran kimia dengan menggunakan indicator Macroeconomics. Macroeconomics adalah indicator yang mengacu pada dampak atau pengaruh penggunaan teknologi terhadap kesejahteraan orang lain. Indikator Macroeconomics ini akan kami contohkan pada materi Sifat Koligatif Larutan, dengan sub materi Penurunan Titik Beku dengan percobaan pembuatan es krim.


Silahkan klik link Video youtube diawah ini :  


1.      Kisi-kisi

Indikator
Deskripsi
Item Soal
Jawaban

Macro-economics
Dampak penggunaan teknologi terhadap kesejahteraan orang lain.
Dari video percobaan pembuatan es krim https://www.youtube.com/watch?v=kDxshHRC1AY.  Mengapa campuran susu, dan bahan lainnya   dapat membuat es krim menjadi lembut? Apakah yang menyebabkan terjadinya penurunan titik beku larutan dalam pembuatan es krim?  Serta buatlah kesimpulan dari mini projek yang telah anda lakukan?

     1. Link youtube : video percobaan siswa membuat es krim


     2. Efisiensi Waktu : Video pembuatan es krim


3. Link data pengamatan : Hasil projek (kesimpulan)

     4.   Ide : Jenis usaha yang cocok berdasarkan hasil percobaan


2.      Rubrik

Indikator
Soal
Jawaban
Skor
0
5
10
15
Macroekonomi
Dari mini projek yang telah anda lakukan, mengapa campuran susu, dan bahan lainnya dapat membuat es krim menjadi lembut? Apakah yang menyebabkan terjadinya penurunan titik beku larutan dalam pembuatan es krim?  Serta jenis usaha apa yang anda pikirkan setelah melakukan percobaan tersebut?
Es krim merupakan Sejenis makanan semi padat yang dibuat dengan pembekuan  campuran susu, lemak nabati/hewani, dll. Es krim merupakan busa (gas yang terdispersi dalam cairan) yang diawetkan dengan pendinginan serta memiliki titik beku -3o C atau dibawahnya.

Penyebab penurunan titik beku :
Pembuatan es krim dengan campuran susu, es dan air dapat dilakukan dengan penambahan garam sebagai penurun titik beku larutan, sehingga terjadi proses perpindahan kalor dari adonan es krim ke campuran susu, es batu air dan garam.

Adonan es krim ditempatkan pada wadah yang terendam es batu dan air yang telah diberi garam dapur sambil diputar. Proses tersebut mengakibatkan adonan es krim membeku dengan titik beku beberapa derajat dibawah titik beku air murni. Ketika es dicampur garam, es mencair dan terlarut membentuk air garam serta menurunkan temperaturnya. Proses ini memerlukan panas dari luar. Campuran itu mendapat panas dari adonan es krim maka hasilnya adalah es krim padat.

Alasan es krim menjadi lembut : Proses pengguncangan selama proses pembuatan bertujuan untuk memperkecil ukuran kristal es yang terbentuk agar es krim semakin lembut.

Jenis Usaha :
Menjual Es Krim


Tidak menjawab
Alasan es krim menjadi lembut : Proses pengguncangan selama proses pembuatan bertujuan untuk memperkecil ukuran kristal es yang terbentuk agar es krim semakin lembut.

Alasan es krim menjadi lembut : Proses pengguncangan selama proses pembuatan bertujuan untuk memperkecil ukuran kristal es yang terbentuk agar es krim semakin lembut.

Penyebab terjadinya penurunan titik beku yaitu Pembuatan es krim dengan campuran susu, es dan air dapat dilakukan dengan penambahan garam sebagai penurun titik beku larutan, sehingga terjadi proses perpindahan kalor dari adonan es krim ke campuran susu, es batu air dan garam.



Penyebab penurunan titik beku :
Pembuatan es krim dengan campuran susu, es dan air dapat dilakukan dengan penambahan garam sebagai penurun titik beku larutan, sehingga terjadi proses perpindahan kalor dari adonan es krim ke campuran susu, es batu air dan garam.

Alasan es krim menjadi lembut :
Proses pengguncangan selama proses pembuatan bertujuan untuk memperkecil ukuran kristal es yang terbentuk agar es krim semakin lembut.


Jenis Usaha :
Menjual Es Krim

Keterangan :

Skor 0 jika siswa tidak menjawab pertanyaan.
skor 5 jika siswa hanya menyebutkan alasan es krim lembut.
skor 10 jika siswa hanya menjawab alasan es krim lembut dan penyebab penurunan titik beku larutan.
skor 15 jika siswa menjawab dengan sempurna alasan es krim lembut, penyebab penurunan titik beku larutan serta jenis usahanya.

 Nilai Maksimum : 15

Kategori Indikator Macroeconomics pada materi Penurunan Titik Beku :

Sangat Baik            : 81 - 100
Baik                        : 61 - 80
Cukup Baik            : 41-60
Kurang Baik           : 21- 40
Sangat Tidak Baik  : 0- 20


Pertanyaan :
Dari mini projek yang telah anda lakukan, mengapa campuran susu, dan bahan lainnya   dapat membuat es krim menjadi lembut? Apakah yang menyebabkan terjadinya penurunan titik beku larutan dalam pembuatan es krim?  Serta buatlah kesimpulan dari mini projek yang telah anda lakukan?


Berikut ini hasil ujicoba dengan menggunakan powerpoint (PPT) yang dapat diunduh melalui link : https://drive.google.com/file/d/1QD2gIhU4EDweHpqaTBCyLLF7mAnBz8-a/view




Berdasarkan hasil ujicoba, Safira telah menjawab pertanyaan dengan skor 10 yaitu memberikan jawab penyebab penurunan titik beku dan jenis usaha yang akan dilakukan. Sehingga, Nilai yang diperoleh oleh Safira Rahmi yaitu : 10/15 x 100 = 66,67 (Baik)
 

Instrumen Penilaian Keterampilan Inovasi Pedagogik Guru dalam Pembelajaran Kimia

CYBERGOGY Di jaman milenial ini, belajar mengajar di sekolah tidak lagi sebatas  pedagogy , namun juga  heutagogy, peeragogy,  dan  cy...