PERCOBAAN REAKSI REDOKS SEDERHANA
Video percobaan : https://www.youtube.com/watch?v=tK1s6aZ5fT0
Video percobaan : https://www.youtube.com/watch?v=tK1s6aZ5fT0
Reagensia
|
Problem Sensitivity
|
Fluency
|
Flexibility
|
Originality
|
Elaborasi
|
Kemampuan mendeteksi, mengenali, dan memahami serta menanggapi suatu
pernyataan, situasi, atau masalah
|
Kemampuan untuk menghasilkan banyak
gagasan
|
Kemampuan untuk mengemuka-kan
bermacam-macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah
|
Kemampuan untuk mencetuskan gagsan
dengan cara-cara yang asli, tidak klise, dan jarang diberikan kebanyakan
orang
|
Kemampuan menambah suatu situasi atau
masalah sehingga menjadi lengkap, dan merincinya secara detail, yang
didalamnya terdapat berupa tabel, grafik, gambar, model dan kata-kata.
|
|
Pelarutan
|
Mengenali sifat dan sensitivitas zat yang digunakan
|
Cekatan dalam melarutkan zat ke wadah
yang sudah ditetapkan
|
Menggunakan pengaduk yang tepat untuk melarutkan
zat
|
Menghaluskan zat yang akan dilarutkan terlebih
dahulu sebelum proses pelarutan
|
Menuliskan etiket label (rumus kimia, dan nama
senyawa)
|
Soal : Pelarutan adalah proses mencampurkan atau melarutkan 2 zat atau lebih untuk menghasilkan campuran yang homogen. Berdasarkan percobaan video diatas, terjadi proses pelarutan dimana betadine dilarutkan ke dalam
air pada menit ke 00.34 dan melarutkan Vitamin C ke dalam larutan betadine pada menit
ke 01.21. Larutan betadine yang awalnya
berwarna merah kecoklatan ketika dimasukkan viatmin C terjadi perubahan warna
pada larutan (larutan menjadi bening).
a. Apa yang menyebabkan hal tersebut bisa
terjadi jika ditinjau dari sifat kedua zat tersebut! (Problem sensitivity)
b. Bagaimana cara Anda melarutkan betadine ke
dalam air? (Fluency)
c. Alat apa yang dapat kita gunakan untuk
mempercepat proses pelarutan Betadine dalam air? (Flexibility)
d. Apa yang dapat kita lakukan untuk
mempercepat proses pelarutan Vitamin C dalam larutan Betadine? (Originality)
e. Ide kreatif apa yang dapat Anda lakukan
untuk mempermudah seseorang mengenali larutan yang telah Anda buat? (Elaborasi)
|
Indikator
kreatifitas
(Pelarutan)
|
Soal |
Jawaban |
Skor
|
Hasil uji
coba berdasarkan video percobaan
|
||
|
0
|
50
|
100
|
||||
|
Problem
Sensitivity
(Mengenali sifat dan sensitivitas
zat yang digunakan)
|
Berdasarkan percobaan tersebut, Larutan betadine
yang awalnya berwarna merah kecoklatan ketika dimasukkan viatmin C terjadi
perubahan warna pada larutan (larutan menjadi bening).
a. Apa yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi
jika ditinjau dari sifat kedua zat tersebut!
|
Betadine,
yang digunakan untuk menutup luka pada kulit, merupakan larutan yang banyak
mengandung ion iodin (dengan simbol I⁻). Ion ini yang larut dan membuat
warna betadine menjadi kecoklatan.
Asam
askorbat merupakan senyawa yang bersifat asam (pH < 7), dan dapat bereaksi
degan ion terlarut dalam air.
Vitamin C
atau asam askorbat (C6H8O6)
mempunyai
massa molekul 176 gram/mol. Asam askorbat dapat mereduksi larutan I2
(yang
berwarna merah kecoklatan) menjadi I⁻ yang tidak berwarna (bening).
|
Tidak
menjawab
|
Vitamin C
atau asam askorbat (C6H8O6)
mempunyai
massa molekul 176 gram/mol.
|
Vitamin C
atau asam askorbat (C6H8O6)
mempunyai
massa molekul 176 gram/mol.
Asam
askorbat dapat mereduksi larutan I2
(yang
berwarna merah kecoklatan) menjadi I⁻ yang tidak berwarna
(bening).
|
Vitamin C atau asam askorbat (C6H8O6)
mempunyai
massa molekul 176 gram/mol.
Asam
askorbat dapat mereduksi larutan I2
(yang
berwarna merah kecoklatan) menjadi I⁻ yang tidak berwarna
(bening).
(Menit ke 02.22) (Skor 100) |
|
Fluency
(Cekatan dalam
melarutkan zat ke wadah yang sudah ditetapkan)
|
b.
Bagaimana cara Anda melarutkan betadine ke dalam air ?
|
Melarutkan
Betadine dengan cara meneteskan cairannya beberapa tetes ke dalam air
dan kemudian mengaduknya dengan sendok.
|
Tidak
menjawab
|
Melarutkan
Betadine dengan cara meneteskan cairannya beberapa tetes ke dalam air
|
Melarutkan
Betadine dengan cara meneteskan cairannya beberapa tetes ke dalam air
dan kemudian mengaduknya dengan sendok.
|
Melarutkan
Betadine dengan cara meneteskan cairannya beberapa tetes ke dalam air
dan kemudian mengaduknya dengan sendok.
(Menit ke
00.34-00.52) (Skor 100)
|
|
Flexibility
(Menggunakan pengaduk yang tepat
untuk melarutkan zat)
|
c. Alat apa yang dapat kita gunakan untuk
mempercepat proses pelarutan Betadine dalam air?
|
Alat yang
digunakan untuk mengaduk larutan dapat berupa sendok
|
Tidak menjawab
|
Menggunakan
jari
|
Alat yang digunakan untuk mengaduk larutan dapat
berupa sendok
|
Alat yang
digunakan adalah (sendok)
(Menit Ke 00.47)
(Skor 100)
|
|
Originality
(Menghaluskan zat yang akan
dilarutkan terlebih dahulu sebelum proses pelarutan)
|
d. Apa
yang dapat kita lakukan untuk mempercepat proses pelarutan Vitamin C dalam
larutan Betadine?
|
Hal yang
dapat dilakukan untuk mempercepat proses pelarutan yaitu dengan
menghaluskan Vitamin C terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam larutan.
|
Tidak
menjawab
|
Membagi vitamin c menjadi beberapa potong
bagian
|
Menghaluskan
Vitamin C terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam larutan.
|
Tidak menjawab
(Skor 0)
|
|
Elaborasi
(Menuliskan etiket label (rumus
kimia, dan nama senyawa)
|
e. Ide
kreatif apa yang dapat Anda lakukan untuk mempermudah seseorang mengenali
larutan yang telah Anda buat?
|
Menuliskan
label pada larutan berupa nama senyawa dan rumus kimianya.
|
Tidak
menjawab
|
Menuliskan
label pada larutan berupa nama senyawa saja
|
Menuliskan label pada larutan berupa nama
senyawa dan rumus kimianya.
|
Tidak menjawab
(Skor 0)
|
Kategori kemampuan berpikir kreatif
Sangat Kreatif : Skor 500
Kreatif. : Skor 400
Cukup Kreatif : Skor 300
Kurang Kreatif : Skor 200
Sangat Kurang Kreatif : Skor 100
Berdasarkan video percobaan reaksi redoks sederhana dengan menggunakan larutan betadine dan vitamin c dapat kita simpulkan bahwa terdapat 3 indikator kreatifitas yaitu problem sensitivity, fluency, dan flexibility. Sedangkan untuk 2 indikator kreatifitas lainnya seperti originality dan elaborasi tidak terdapat pada video tersebut. Sehingga, pada video percobaan ini dikategorikan Cukup Kreatif dengan skor yang diperoleh 300 yang terdiri dari 3 indikator yaitu problem sensitivity, fluency, dan flexibility.


