Selasa, 03 Maret 2020

Instrumen Penilaian Keterampilan Inovasi Pedagogik Guru dalam Pembelajaran Kimia

CYBERGOGY

Di jaman milenial ini, belajar mengajar di sekolah tidak lagi sebatas pedagogy, namun juga heutagogy, peeragogy, dan cybergogy. Saat ini, setidaknya ada tiga alternatif utama siasat dalam proses pendidikan di sekolah.
·         Pertama, Heutagogy merupakan strategi mendidik siswa yang mendorong mereka untuk memiliki keterampilan mengarahkan diri. Pengembangan kemampuan self-directing ini begitu penting di jaman multitasking ini. Tanpa kemampuan mengarahkan diri, siswa akan sangat mudah terganggu, terpengaruh, dan teralihkan oleh berseliwerannya fitur-fitur digital.
·   Strategi pendidikan kedua, yakni PeeragogyPeeragogy ini adalah strategi pendidikan yang membiasakan siswa untuk terlatih fokus pada belajar bekerjasama dan mencipta bersama-sama..
·     Strategi yang ketiga, ialah CybergogyCybergogy ini merupakan strategi pendidikan yang mendorong para pembelajar untuk terlibat dalam lingkungan belajar dalam jaringan. Lingkungan Online, serba terkoneksi, kini telah menjadi keseharian dari kehidupan para siswa. Media komunikasi dan interaksi, suka tidak suka kini telah beralih dari bentuk fisik ke bentuk maya.

Pada pembelajaran kimia, Guru dapat menciptakan lingkungan dan iklim belajar yang lebih luas tanpa dibatasi oleh sekat-sekat tradisional: ruang kelas, jadwal dan kurikulum. Proses pendidikan dapat menjelajah kehidupan siswa secara lebih luas, dan membuat iklim eksplorasi pengetahuan menjadi menarik dan relevan dengan kondisi kekinian.



Soal Tes Essay :

Suhu adalah derajat panas atau dinginnya suatu benda. sedangkan, Kalor adalah energi yang diterima oleh sebuah benda sehingga suhu benda tersebut naik atau melakukan perubahan wujud. Satuan kalor adalah kalori atau disingkat kal. Satu kalori adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan 1 gram air sehingga suhunya naik 10C.  Untuk membelajarkan materi suhu dan kalor ini dengan menggunakan cybergogy, maka tentukanlah :
1.            Sumber belajar digital apa saja yang Anda gunakan dalam membelajarkan Materi Suhu, Kalor dan Perpindahannya?   (Belajar mandiri berbantuan teknologi digital)

2.         Bagaimana kontribusi siswa di dalam kelompok saat membahas materi Suhu, Kalor dan Perpindahannya? (Proses belajar kolaboratif)
3.        Bagaimana cara anda  meningkatkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa saat berdiskusi di dalam kelas? (Faktor kognitif)
4.              Kondisi belajar seperti apa yang akan anda ciptakan untuk memberikan kesempatan pada siswa berkreasi? (Faktor emotif)
5.       Bagaimana cara anda memotivasi siswa agar dapat  mengenali potensi diri masing-masing dalam Kelompok belajar ? (Faktor sosial)


Berikut ini, tabel instrumen penilaian cybergogy guru beserta hasil ujicobanya, yaitu :

Cybergogy
Indikator
Deskripsi
Keterampilan Membelajarkan Materi Suhu, Kalor dan Perpindahannya


Soal

Skor Jawaban

Hasil Uji Coba dengan menggunakan video pembelajaran dari youtube
1
2
3
Belajar mandiri berbantuan teknologi digital
Menyediakan akses aneka sumber belajar digital yang relevan
Memfasilitasi link sumber belajar berupa virtual reality, augmented reality atau serendah-rendahnya power point, materi Suhu, Kalor dan Perpindahannya melalui whatsapp
1.         Sumber belajar digital apa saja yang Anda sediakan pada aplikasi pembelajaran online dalam membelajarkan Materi Suhu, Kalor dan Perpindahannya  ?
      ·         Power Point
    ·         Power Point (PPT)
     ·          E-LKPD
    ·         Power point (PPT)
     ·         E-LKPD
  ·         Video pembelajaran
 Sumber belajar digital yang digunakan berupa :

      ·       Power Point (PPT) -Menit ke 03.55 (Namun tidak dilakukan dalam aplikasi pembelajaran online)

(Skor  1)
Proses belajar kolaboratif
Kegiatan saling membelajarkan dalam berbagai forum diskusi daring maupun diskusi tatap muka dikelas
Kontribusi siswa dalam Diskusi antar kelompok menggunakan whatsapp untuk membahas materi suhu, kalor dan perpindahannya 
2.   Bagaimana kontribusi siswa di dalam kelompok saat membahas materi Suhu, Kalor dan Perpindahannya?
·      Berkontribusi dengan baik saat diskusi kelompok
·           Berkontribusi dengan baik saat diskusi kelompok
·          Memecahkan permasalahan yang ada pada LKPD
·      Berkontribusi dengan baik saat diskusi kelompok
·    Memecahkan permasalahan yang ada pada LKPD
·    Memberikan ide gagasan terhadap materi
·       Berkontribusi dengan baik saat diskusi kelompok
-Menit ke 16.15

·         Memecahkan permasalahan yang ada pada LKPD
-Menit ke 15.30

(Skor 2)
Faktor kognitif
Menggali pengalaman belajar lampau, partisipasi aktif dalam pembelajaran dan capaian pembelajaran yang terbentuk disesuaikan dengan gaya belajar
Mengasah pengetahuan yang telah dimiliki siswa melalui virtual reality materi suhu, kalor dan perpindahannya, serta peranran aktif pada proses diskusi di dalam kelas (Whatsapp)
3.  Bagaimana cara anda  meningkatkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa saat berdiskusi di dalam kelas?
·   Aktif berdiskusi menyelesaikan permasalahan yang diberikan
· Aktif berdiskusi menyelesaikan permasalahan yang diberikan
·    Menyimpulkan hasil diskusi kelompok
·      Aktif berdiskusi menyelesaikan permasalahan yang diberikan
·    Menyimpulkan hasil diskusi kelompok
·      Memberikan ide gagasan baru berdasarkan pengalaman yang telah ada
·      Aktif berdiskusi menyelesaikan permasalahan yang diberikan
-Menit ke 16.15

·    Menyimpulkan hasil diskusi kelompok 
-Menit ke 17.08

(Skor 2)

Faktor emotif
Mendorong siswa bersaing dengan diri sendiri, menciptakan komunitas dan lingkungan belajar yang kondusif, dan proses belajar yang menyenangkan.
Memberikan kesempatan pada siswa untuk berkreasi dan menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan
4.              Kondisi belajar seperti apa yang akan anda ciptakan untuk memberikan kesempatan pada siswa berkreasi?
   ·         Kondisi belajar yang menyenangkan
     ·         Kondisi belajar yang menyenangkan
    ·         Lingkungan belajar yang kondusif
     ·         Kondisi belajar yang menyenangkan
    ·         Lingkungan belajar yang kondusif
     ·         Kondisi belajar yang bersifat student centered
     ·         Kondisi belajar yang menyenangkan
        -Menit ke 11.41

     ·         Lingkungan belajar yang kondusif 
   -Menit ke 02.05 (selama proses pembeljaran berlangsung)

     ·         Kondisi belajar yang bersifat student centered 
         -Menit ke 14.30

(Skor 3)

Faktor Sosial
Mengetahui identitas diri masing-masing, konteks sosial budaya, pembentukan komunitas belajar, dan menyediakan portal online khusus dan administratornya
Mengenali potensi diri masing-masing dengan kelompok belajar untuk mempelajari materi suhu, kalor dan perpindahannya dalam kontes sosial budaya.
5.  Bagaimana cara anda memotivasi siswa agar dapat mengenali potensi diri masing-masing dalam kelompok belajar ?
     ·        Mengajukan pertanyaan mengenai hal yang paling ia senangi
    ·         Mengajukan pertanyaan mengenai hal yang paling ia sukai
    ·         Membentuk  komunitas atau kelompok belajar untuk membahas Suhu, Kalor dan Perpindahannya
    ·         Mengajukan pertanyaan mengenai hal yang paling ia senangi
   ·         Membentuk  komunitas atau kelompok belajar untuk membahas Suhu, Kalor dan Perpindahannya
     ·         Memfasilitasi aplikasi pembelajaran online atau web portal
·         Membentuk  komunitas atau kelompok belajar untuk membahas Suhu, Kalor dan Perpindahannya

-Menit ke 14.01
 (Skor 1)




Kategori Keterampilan Inovasi cybergogy Guru pada materi Suhu dan Kalor :
Skala Nilai
Skor
% Nilai Keterampilan Inovasi Cybergogy Guru
Kategori Keterampilan Inovasi Cybergogy Guru
3
11,67 – 15
77,8 – 100
Baik
2
8,33 – 11,66
55,5 – 77,7
Cukup
1
5 – 8,32
33,3 – 55,4
Kurang

Berdasarkan hasil ujicoba dengan menggunakan video dari youtube. Nilai yang diperoleh oleh Guru tersebut adalah :

9/15 x 100% =  60 dalam kategori (CUKUP BAIK)

27 komentar:

  1. Kendala apa saja yg saudara hadapi dalam menyusun instrumen ini? Dan apakah uji coba berlangsung lancar dalam pelaksanaannya??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji coba yang saya lakukan melalui video pembelajaran tersebut berjalan lancar dengan 1 indikator yang tidak terpenuhi oleh video tersebut.
      Kendala dalam menyusun instrumen ini saya rasa tidak ada, karena instrumen yang saya buat mengacu pada kelima indikator cybergogy yang sudah ada

      Hapus
    2. Mungkin kendala akan cukup berat di hadapi sewaktu uji coba karena guru harus menyesuaikan dengan lingkungan sekolah tempat kita mengajar, menyesuaikan dengan fasilitas yang ada, dan kemampuan siswanya.

      Hapus
  2. Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan, bagaimana ketercapaian dari masing-masing indikator keterampilan inovasi cybergogy guru? dan bagaimana pengkategorian keterampilan innovsi cybergogi guru, agar dapat dikatakan Baik, Cukup, atau kurang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari kelima indikator cybergogy, hanya 1 indikator yang tidak ada didalam video tersebut. Artinya, video tersebut belum dapat mencapai tuuan dari indikator faktor sosial dari cybergogy. Dalam hal ini, video tersebut termasuk ke dalam kategori cukup

      Hapus
  3. Dari kesemua indikator, indikator manakah yang paling sulit untuk diterapkan menurut anda? Berikan pendapat anda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya indikator yang agak sulit yaitu faktor sosial. Karena kita hrus mengaitkan kepribadian siswa dengan konteks sosial budaya

      Hapus
    2. Menurut pendapat saya, semua indikator itu tidak sulit selagi guru menguasai penjelasan masing-masing indiktor sehingga sewaktu pembuatan maupun penerapan guru tidak bingung

      Hapus
    3. Saya rasa, setiap guru punya kesulitan yang berbeda-beda. bisa saja guru A kesulitan pada faktor sosial dan guru B kesulitan pada faktor emotif. Semua bergantung pada kemampuan guru.

      Hapus
  4. Bagaimana keterkaitan anatars kelima indikator aspek cybergogi? Dan adakah faktor penting yang mendasari keberhasilan pelakasanaan uji coba dari instrumen penilaian tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kelima indikator ini saling berkaitan, karena satu indikator tdak dapat berdiri sendiri jg ingin menilai kterampilan pedagogik guru. Semua indikator mempunyai peran dan fungsi masing-masing untuk mengukur keterampilan pedagogik guru. Jadi, dapat disimpulkan bahwa semua indikator tersebut sangat penting untuk keberhasilan penilaian

      Hapus
  5. tolong jelaskan secara singkat bagimana cybergogy dalam pembelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. membantu jawab dari pertanyaan kak shinda, cybergogy contohnya penggunaan berbagai macam media digital daring dalam proses pembelajaran, yang kita kenal umumnya seperti:
      1. PPT (paling minim)
      2. Virtual Lab atapun
      3. Komik Elektronik

      Hapus
    2. Terimakasih rahmat sudah membantu menjawab pertanyaan dari saudari sinda, saya setuju dengan pernyataan anda bahwa penggunaan cybergogy sangat beragam dalam pembelajaran.

      Hapus
    3. Selain yang dijelaskan rahmat, bisa juga dengan penggunaan e-lkpd dan e-modul sebagi sumber belajar

      Hapus
  6. Cybergogy ini merupakan strategi pendidikan yang mendorong para pembelajar untuk terlibat dalam lingkungan belajar dalam jaringan. Lingkungan Online, serba terkoneksi, kini telah menjadi keseharian dari kehidupan para siswa. Media komunikasi dan interaksi, suka tidak suka kini telah beralih dari bentuk fisik ke bentuk maya.

    BalasHapus
  7. menurut anda, apa kelebihan dari cybergogy ini? dan bagaimana ketercapaian uji coba dari kisi-kisi yang anda buat? Kenapa hasilnya rendah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hasil ujicoba dikategorikan cukup baik, hal ini dikarenakan pembelajaran dengan indikator cybergogy harusnya dilakukan pada pembelajaran online namun proses belajar pada video tersebut dilakukan di kelas dengan tatap muka. Selain itu, pendekatan cybergogy ini masih tergolong baru, sehingga ada kemungkinan guru tersebut belum mengetahui tentang pendekatan cybergogy

      Hapus
  8. untuk indikator emotif, langkah pembelajaran apa yang harus disiapkan agar pembelajaran berjalan kondusif dan tidak membosankan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langkah yang harus kita lakukan yaitu, sebagai seorang pembelajar kita seharusnya dapat menghandle siswa yang dikategorikan nakal atau suka ribut agar kelas menjadi kondusif. Selain itu, agar pembelajran tidak membosankan, kita dapat menerapkan metode atau model pembelajaran tertentu yang dapat menyenangkan siswa seperti model TGT (dengan game atau permainan). Karena biasanya, siswa lebih suka pembelajran yang menyenangkan dan tidak terlalu kaku atau serius yang akan membuat siswa menjadi stres.

      Hapus
    2. selain menerapkan game atau permainan pada pembelajaran, dapat juga dilakukan dengan menggunakan video animasi yang menarik. karena biasanya siswa menyukai pembelajaran dengan media audio visual.

      Hapus
  9. Dalam penyusunan instrument cybergogy tentu masing-masing indikator memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Indikator yang mana yang membutuhkan perhatian lebih dan mengapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indikator yang harus kita perhatikan yaitu pada indikator faktor kognitif,faktor emotif, dan faktor sosial. Hal ini dikarenakan pada ketiga indikator tersebut, kita sebagai guru atau pembelajar harus memberikan perhatian lebih pada siswa untuk mendorong siswa bersaing dan mengenali jati dirinya sendiri dengan tidak mengabaikan pengetahuan yang telah dimilikinya

      Hapus
    2. Menurut saya sebenarnya semua indikator dalam cybergogy perlu diperhatikan karena untuk menilai keterampilan innovasi cybergogy tentu mengikut sertakan semua indikator. Jadi lebih baik jika tidak dipilah-pilah.

      Hapus
  10. Menurut saya semua indikator itu perlu diperhatikan karena semua indikator saling keterkaitan dalam mencapai tujuan yakni pada aspek cybergogy

    BalasHapus
  11. ayo segera bergabung dengan kami hanya dengan minimal deposit 20.000
    dapatkan bonus rollingan dana refferal ditunggu apa lagi
    segera bergabung dengan kami di i*o*n*n*q*q

    BalasHapus

Instrumen Penilaian Keterampilan Inovasi Pedagogik Guru dalam Pembelajaran Kimia

CYBERGOGY Di jaman milenial ini, belajar mengajar di sekolah tidak lagi sebatas  pedagogy , namun juga  heutagogy, peeragogy,  dan  cy...